JAKARTA— Industri parfum Indonesia mencatat tonggak inovasi baru melalui peluncuran Ulietre. Merek parfum lokal ini menghadirkan parfum pertama di Indonesia dengan kandungan minyak andaliman asli yang telah dipatenkan.
Inovasi tersebut merupakan buah kolaborasi riset antara Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi (PPNN) Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Sekolah Farmasi ITB.
“Sejak 9 April 2025 Tim Riset PT. St. Morita Farma telah melakukan riset bersama dengan PPNN ITB, BRIN, dan Sekolah Farmasi ITB,” jelas Drs. Maruap Siahaan, MBA dalam keterangan pers pada Selasa (3/2/2026).
Andaliman, rempah khas Sumatera Utara yang populer di dunia kuliner, kini diangkat ke ranah parfum melalui pendekatan ilmiah dan teknologi ekstraksi terstandarisasi. Melalui proses penelitian dan pengembangan (R&D), minyak andaliman berhasil diformulasikan sebagai bahan aromatik berkarakter fresh, citrusy, dan spicy, dengan tetap mengutamakan aspek keamanan serta stabilitas produk.
Kolaborasi ini bertujuan mendorong hilirisasi hasil riset, pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, serta peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui sinergi antara akademisi, lembaga riset, dan industri kreatif.
Ketua Riset PPNN ITB, Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini. Menurutnya, inovasi Nano Andaliman Oil membuktikan bahwa kekayaan hayati Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi produk berkualitas tinggi yang berdaya saing global.
“Kolaborasi antara akademisi, lembaga riset, dan industri seperti ini sangat penting untuk mendorong hilirisasi riset dan memperkuat ekosistem inovasi nasional,” ujar Prof. Heni.
Pewarta: Mr. Inspirator





