

Jakarta, qnexusinternational — Perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi perhatian dalam kegiatan edukasi kesehatan yang digelar QNexus International di Head Office THREE International, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Menghadirkan Dr. Santha Kumari dari Malaysia, forum tersebut membahas pentingnya pola makan sehat serta sejumlah faktor yang berkaitan dengan obesitas, diabetes, dan peningkatan kadar kolesterol.
Kegiatan yang diikuti para undangan dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya itu menjadi ruang edukasi bagi komunitas untuk memahami lebih jauh hubungan antara pola konsumsi dan kesehatan. Dalam pemaparannya, Dr. Santha Kumari menjelaskan secara rinci pentingnya memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Ia menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini semakin banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi serta berbagai jenis minuman dengan tambahan rasa dan gula. Menurutnya, pola konsumsi dan gaya hidup perlu menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan, termasuk persoalan berat badan, diabetes, serta kadar kolesterol dalam darah.

Edukasi tersebut tidak hanya membahas jenis makanan, tetapi juga mengajak peserta memahami pentingnya pola hidup secara menyeluruh. Pengetahuan mengenai kandungan makanan dan minuman, pola konsumsi, serta kebiasaan sehari-hari dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan.
Kegiatan tersebut diinisiasi melalui program Health to Wealth bersama Dr. Santha Kumari. Salah satu penggagas kegiatan, Roy Agusta, mengatakan edukasi kesehatan menjadi semakin penting bagi komunitas.

“Edukasi kesehatan ini penting, apalagi sebagian besar anggota memang sudah bergabung menjadi member di THREE International,” ujar Roy.
Menurut Roy, keberadaan edukasi kesehatan di tengah komunitas diharapkan dapat membantu anggota memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan membuat pilihan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan itu juga mendapat perhatian dari Dr. Christian Kingsley Goh, pendiri QClub International yang hadir dari Malaysia. Dalam sambutannya, Christian menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan QNexus International dan peluang pasar Indonesia.
Ia menilai keberadaan QNexus International dapat semakin memperkuat positioning bisnis, khususnya di bidang food supplement, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Christian melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial. Menurut dia, perkembangan komunitas dan bisnis tersebut dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh edukasi mengenai gaya hidup sehat sekaligus membangun peluang ekonomi.

“Indonesia adalah pasar yang potensial untuk memberi kesempatan kepada masyarakat hidup lebih sehat, meraih mimpi, dan mencapai kesuksesan melalui bisnis social e-commerce ini,” kata Christian dalam sambutannya.
Selain Christian Kingsley Goh, turut hadir M. Hafiz Harun, Pembina QNexus International. Dari Indonesia, kegiatan tersebut dipimpin oleh Presiden QNexus International, Mayjen (Purn) Drs. Jan Pieter Ate, M.Bus., M.A.
Pertemuan yang mempertemukan peserta dari sejumlah kota di Indonesia dengan tokoh-tokoh dari Malaysia tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan jaringan QNexus International. Edukasi kesehatan dipadukan dengan penguatan komunitas dan peluang bisnis melalui ekosistem social e-commerce yang dikembangkan organisasi tersebut.

Bagi penyelenggara, kesehatan dan peluang ekonomi menjadi dua hal yang dapat berjalan beriringan. Melalui program Health to Wealth, QNexus International berupaya menjadikan edukasi sebagai bagian dari aktivitas komunitas, sekaligus memperkenalkan peluang di sektor produk kesehatan dan food supplement kepada masyarakat.
Kegiatan di Jakarta tersebut menandai upaya QNexus International memperluas jejaringnya di Indonesia, dengan menggabungkan edukasi kesehatan, pengembangan komunitas, dan peluang bisnis dalam satu forum. [Jerimia Vegas]









